MENGGAPAI ASA

E_LEARNING PROCESS

UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DENGAN PENDEKATAN PERSONAL (PERSONAL APPROACH) OLEH PIMPINAN/KEPALA SEKOLAH

DISUSUN OLEH :

SISWANTO

Kata Pengantar

Puji sukur kehadlirat Allah S.W.T. atas segala limpahan berkah dan karuniaNya yang amat besar sehingga penulis dapat membuat dan menyelesaikan Paper dengan Tema “Upaya Peningkatan Kinerja Guru Melalui Pendekatan Personal (Personal Approach) Oleh Pimpinan/Kepala Sekolah”.
Paper ini ditulis untuk memberikan salah satu wacana tentang peningkatan kinerja guru yang sampai saat ini masih menjadi bahan pembicaraan dikalangan para pemimpin. Kinerja seharusnya muncul secara sendiri dari dalam pribadi masing-masing guru sebagai wujud pengabdian kepada Pemerintah ataupun masyarakat. Namun dalam kenyataanya masih ada sebagian guru yang masih harus terus ditumbuhkan oleh para pimpinan/kepala sekolah.
Dengan upaya pendekatan personal diharapkan dapat meningkatkan kinerja secara bertahap, sampai akhirnya kesadaran kerja guru akan benar-banar menjadi tanggung jawab penuh guru dan tugas dilaksanakan secara penuh sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru.
Dalam kesempatan penulis mengucapkan terima kasih kepada Yang Terhormat :
1. Bapak Ir. H. Jasri, MM.,MT. selaku Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Sumber Daya manusia.
2. Rekan-rekan Mahasiswa MM Unsoed angkatan 22 yang telah membantu penulis sehingga dapat menyelesaikan peper ini.
Penulis yakin bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran penulis harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan tulisan ini. Atas segala bantuan, kritik dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.

Banjarnegara, Juni 2008
Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul …………………………………………………………………….. 1
Kata Pengantar…………………………………………………………………….. 2
Daftar Isi …………………………………………………………………………… 3
BAB I ……………………………………………………………………………….
Pendahuluan ………………………………………………………………………..
Permasalahan ………………………………………………………………………

BAB II ………………………………………………………………………………
Pembahasan Masalah …………………………………………………………….

BAB III
Penutup ……………………………………………………………………………
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………

BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Kinerja guru dalam organisasi sekolah memegang peranan yang penting dalam kegiatanya untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu adanya manajemen untuk mengatur guru dalam pelaksanaan kegiatan sehingga kinerja bagus dan semua program sekolah dapat terlaksana secara maksimal. Dalam kenyataannya masih sering dijumpai di lapangan adanya guru yang kinerjanya kurang maksimal. Karena guru merupakan sumber daya manusia maka untuk mencapai tujuan organisasi pimpinan perlu melaksanakan manajemen sumber daya manusia secara maksimal.
Rendahnya kinerja guru sering ditanggapi secara emosional oleh seorang kepala sekolah dan penyelesaiannya cenderung menggunakan pendekatan kekuasaan yang justru cenderung kaku dan menyakitkan , sehingga yang terjadi justru bukan kinerjanya membaik malah kebalikannya kinerja semakin memburuk. Suasana kerjapun cenderung tidak kondusif yang akan baerakibat kegagalan dari tujuan sekolah tersebut.
Salah satu sumber daya yang penting dalam manajemen adalah sumber daya manusia. Pentingnya sumber daya manusia ini, perlu disadari oleh semua tingkatan manajemen. Bagaimanapun majunya teknologi saat ini, namun factor manusia tetap memegang peran penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Menurut Buchari Zainun (2001, hal 17) Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang penting, bahkan dapat dikatakan bahwa manajemen itu pada hakekatnya adalah manajemen sumber daya manusia atau manajemen sumber daya manusia adalah identik dengan manajemen itu sendiri.
Dalam organisasi sekolah/sekolahan maju tidaknya atau berhasil tidaknya kegiatan juga tidak lepas dari sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berperan dalam kemajuan sekolah meliputi siswa sebagai raw input, guru sebagai pelaksana kegiatan dan pimpinan sebagai pemandu, perencana dan pengontrol pelaksanaan kegiatan. Guru dalam organisasi sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan dan menunjang keberhasilan tujuan dari sekolah tersebut. Pentingnya Guru dalam pencapaian tujuan maka kinerja guru harus seiring dengan tujuan sekolah, jika sekolah mempunyai tujuan yang tinggi (output) yang berkualitas maka kinerja guru juga harus tinggi.
Berkaitan dengan kinerja, masih banyak jumpai di lapangan kinerja guru yang rendah sehingga kegiatan belajar mengajar tidak lancar atau tidak sesuai perencanaan. Dengan kinerja guru yang rendah ini jelas akan berpengaruh terhadap kualitas output yang dihasilkan. Memang dalam suatu sekolah jumlah guru yang mempunyai kinerja rendah tidak begitu banyak, namun jika hal ini dibiarkan oleh pimpinan/kepala sekolah jelas akan berpengaruh terhadap guru-guru yang lain. Ada kemungkinan akan menimbulkan kondisi sekolah tidak kondusif atu mungkin akan menular pada guru lain yang sebelumnya mempunyai kinerja yang baik.
Kepala sekolah dalam menghadapi rendahnya kinerja guru harus benar-benar mempunyai trik/cara-cara yang special agar semua guru mempunyai kinerja yang tinggi dan loyalitas tinggi pila terhadap sekolah.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari gambaran kinerja guru di atas maka timbul permasalahan “Bagai mana cara pimpinan/kepala sekolah meningkatkan kinerja guru melalui pendekatan personal (personal approach)?”
C. MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan ini adalah :
a. Untuk mengetahui tekhnik atau cara-cara yang dapat dilakukan oleh pimpinan atau manajer dalam meningkatkan kinerja karyawan.
b. Memberi gambaran tentang manfaat pendekatan personal sebagai salah satu uapaya yang dapat ditempuh oleh pimpinan/kepala sekolah untk meningkatkan kinerja guru.
D. METODE YANG DIGUNAKAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif yaitu dengan mengungkapkan atau menulis hasil-hasil pengamatan, pengalaman dan sumber-sumber literatur ke dalam tulisan untuk menjawab permasalahan yang terjadi.

BAB II
HASIL PEMBAHASAN

“UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI PENDEKATAN PERSONAL (PERSONAL APPROACH) OLEH PIMPINAN/KEPALA SEKOLAH”.
A. KAJIAN TEORITIK
“Upaya” mempunyai makna secara harfiyah adalah suatu tindakan/kegiatan mengupayakan/mengusahakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. “Kinerja” dapat di artikan sebagai kapasitas kerja dari sesuatu dalam pelaksanaan kegiatan, sesuatu ini dapat manusia ataupun bukan manusia (mesin). Pendekatan adalah strategi yang dipakai dalam mencapai tujuan.
“Pendekatan Personal (Personal Approach)” adalah suatu strategi pendekatan yang bersifat orang per orang. Pendekatan dilakukan oleh pemimpin terhadap guru-guru yang kinerjanya rendah secara perorangan dengan tujuan guru yang di minta meningkatkan kinerja tidak merasa dipaksa atau diperintah, tetapi merasa adanya perhatian dari pimpinnan sehingga akan timbul kesadaran secara pribadi untuk melakukan apa yang menjadi tuntutan organisasi. Hal ini perlu di pahami oleh pimpinan bahwa manusia sebagai SDM memiliki criteria dan karakter yang berbeda-beda.
“Pimpinan/Kepala” Sekolah adalah guru yang karena mempunyai criteria tertentu maka oleh pemerintah di beri tugas tambahan untuk memimpin rekan-rekan dalam suatu sekolah tanpa menghilangkan tugas pokoknya sebagai guru.

B. PEMBAHASAN MASALAH
Keberhasilan suatu organisasi tidak dapat lepas dari peran manajer/pimpinan. Agar manajer dapat mengelola manusia untuk mencapai tujuan maka menajer perlu memahami Manajemen Sumber Daya Manusia.
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengirganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan, pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi, dan masyarakat. (Filipo, 1989)
Selain pengertian di atas ada juga yang mendefinisikan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebagai penarikan, seleksi, pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan sumber daya manusia oleh organisasi (French dalam Soekidjo, 1991).
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan proses pendayagunaan manusia atau pegawai yang mencakup, penerimaan, pengginaan, pengembangan dan pemeliharaan sumber daya manusia.
KONSEP TENTANG SDM
1. Pekerja dianggap sebagai Barang Dagangan
2. Pekerja dianggap sebagai SDM.
3. Pekerja dianggap sebagai Mesin.
4. Pekerja dianggap sebagai Manusia
5. Pekerja dianggap sebagai partner.
PROSES MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Pengadaan Sumber Daya Manusia (Procurement)
2. Pengembangan Sumber Daya Manusia
3. Pemberian Kompensasi
4. Pengintegrasian
5. Pemeliharaan
6. Pelepasaan
Kemampuan manajemen mendesain, mengintegrasikan dan mengoperasikan elemen-elemen organisasi dengan dukungan seluruh karyawan menentukan aktivitas organsisasi. Kemampuan keuangan yang dimiliki dan fleksibilitas keuangan organisasi dipadukan dengan kemampuan organisasi melalui proses reengineering, penerapan total quality managemen (TQM) dan membangun kepercayaan timbal balik (mutual trust) anatara manajer dan karyawan non manajer, merupakan prasarat bagi keberhasilan organisasi menghadapai tantangan persaingan. (Syafrudin Alwi, 2001, 44). Urlich (1990) dalam Syafrudin Alwi, 2001, 44) menambahkan bahwa keunggulan kompetitif yang diperoleh dari kemampuan organisasi memerlukan orang yang memiliki “sharemindset”, yaitu cara berfikir yang rasional tentang tujuan dan cara mencapainya, dan kepemimpinan pada setiap level dengan visi yang jelas.
Hampir semua pakar SDM mengandalakan optimalisasi penggunaan SDM sebagai kunci keunggulan kompetitif bagi organisasi. Persoalannya adalah bagaimana membentuk kompetensi-kompetensi dan komitmen karyawan baik secara individu atau kelompok guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi dan mengintegrasikan kompetensi-kompetensi tersebut ke dalam proses bisnis dan system manajemen yang dijalankan organisasi. Kualitas dan karakteristik karyawan yang diperlukan oleh organisasi pada hakekatnya tidak terlepas dari tantangan-tantangan bersaing yang akan dihadapi oleh organisasi sekarang maupun di masa yang akan dating. Oleh karena itu praktek MSDM harus mampu membentuk kualitas kemampuan dan komitmen SDM yang sesuai dengan karakteristik perusahaan baik melalui pendekatan lunak maupun pendekatan keras.
Gambaran tentang optimalisasi penggunaan SDM juga berlaku di organisasi yang berupa sekolah. Tujuan sekolah akan tercapai jika di dukung oleh aspek-aspek sumber daya manusia yang berada di sekolah tersebut. Dalam kajian ini yang di sorot adalah bagaimana kualitas piminan/kepala sekolah sebagai manajer dan guru sebagai karyawan. Jika guru berkualitas dan memiliki kinerja yang baik maka proses kegiatan di sekolah tersebut akan berjalan dengan lancer, maksimal dan hasil akan baik. Jika dalam kenyataan maish ada guru yang kinerjanya kurang maka ini menjadi tanggung jawab kepala sekolah untuk membina agar tercipta kesadaran kerja dan terbentuk tanggung jawab sehingga kinerja akan meningkat. Pembinaan dapat dilakukan dengan pendekatan lunak dan pendekatan keras. Disini yang akan di kaji adalah pendekatan lunak. Salah satu bentuk pendekatan lunak adalah pendekatan personal (personal approach). Pendekatan ini dapat dilakukan setelah kepala sekolah mengadakan pembinaan secara menyeluruh (umum) namun masih ada beberapa yang belum berubah. Tentunya pendekatan ini di ambil setelah melihat karakteristik personal yang bersangkutan sehingga perlu melakukan pendekatan yang khusus (spesifik).
Ada dua pendekatan besar yang bisa digunakan dalam praktek-praktek MSDM untuk menciptakan kemampuan dan keahlian spesifik dari karyawan yaitu pendekatan lunak dan pendekatan keras. Ini berarti untuk menggali potensi-potensi dalam diri individu, pertama perlu dikembangkan factor sumber internal atau factor “human” (motivasi, komunikasi dan lain-lain) dan kedua, factor di luar factor tersebut seperti desain jabatan, kompensasi dan factor infrastruktur lainnya. (Syafruddin, Alwi, 2001, 46).

Dari pendapat tersebut dapat di ambil pengertian bahwa pendekatan personal termasuk pendekatan lunak dimana seorang pimpinan/kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja dapat melakukan pendekatan personal. Hal ini dapat dilakukan secara efektif karena jumlah guru di suatu sekolah jumlahnya masih relative sedikit, dan guru-guru yang kinerjanya masih rendah jumlahnya juga relative kecil. Dengan gambaran ini maka pimpinan sangat mungkin sekali melakukan upaya personal approach. Pendekatan personal efektif dilakukan sebab pimpinan akan dapat menggali secara mendalam dari seorang guru yang kinerjanya rendah. Pimpinan/kepala sekolah dapat mengetahui penyebab mengapa kinerjanya rendah, pimpinan dapat menggali potensi-potensi positif yang belum kelihatan. Sebelum melakukan pendekatan personal, pimpinan harus menyusun strategi dan rencana yang pelaksanaannya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja yang tidak formal. Dengan melakukan pendekatan formal sedikit banyak dapat diketahui sebab yang sebenarnya terjadi sebagai contoh seorang guru kinerjanya rendah ternyata karena kurangnya pengetahuan maka pimpinan dapat mengambil solusi dengan mengirim ke pelatihan atau mungkin meyelenggarakan pelatihan sendiri di sekolah dengan mengundang pembicara yang sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan. Selain non formal pendekatan ini juga dapat dilakukan dengan formal yaitu dengan melibatkan guru tersebut dalam pengambilan keputusan minimal di ajak ikut terlibat di dalam pengambilan keputursan tersebut. Dengan upaya ini maka yang jelas guru merasa diperhatikan dalam bahasa jawa di “wongke”.
Pendekatan lunak mengeksplorasi sisi “human” dari karyawan. Sebagai contoh, menumbuhkan motivasi kerja karyawan melalui pendekatan ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan melibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan membangun kultur organisasi yang berbasis teamwork dan kepercayaan. Ekspansi keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan adalah inti dari strategi komitmen. (Syafruddin Alwi, 2001, 46).

Dengan semakin melibatkan guru dalam pengambilan keputusan, diharapkan akan menumbuhkan kepuasan dan komitmen guru dalam terhadap keputusan. Pendekatan lunak memandang komitmen guru merupakan kunci penentu kinerja kompetitif guru yang bekerja dalam kultur komitmen yang tinggi dipersiapkan untuk bekerja dalam jangka panjang, karena komitmen tumbuh dari kepercayaan. Selain hal di atas juga pemberian kebebasan/otonomi dalam tugas untuk mengambil inisiatif pemecahan masalah tanpa menunggu petunjuk atasan. Inisiatif pemecahan ini tentunya yang sesuai dengan rambu-rambu yang ada dan tetap memegang teguh kode etik guru. Lebih mendalam lagi dengan pendekatan Total Quality Managemen (TQM), dimana dalam hal ini guru terlibat aktif dalam diskusi yang bersifat strategis mengenai peningkatan kualitas dalam semua aspek operasi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan secara umum dan tujuan sekolah secara khusus.
Dengan upaya pendekatan seperti di atas di harapkan akan tumbuh dari diri guru dan karyawan hal-hal sebagai berikut :
1. Meningkatkan moral kerja.
2. Meningkatkan loyalitas dan komitmen
3. Meningkatkan dukungan terhadap sekolah.
4. Meningkatkan rasa ikut memiliki.
5. Meningkatkan semangat kerja sama dan semangat tim.

Apabila pendekatan personal sudah dilaksanakan dan kinerja guru juga tidak mengalami perubahan maka pimpinan harus mempunyai ketegasan untuk menempuh pendekatan lain yang lebih keras. Pendekatan yang mungkin bersifat kekuasaan berdasarkan koridor peraturan yang berlaku. Mengapa ini harus ditempuh, yaitu agar rendahnya kinerja tidak menular ke guru-guru yang lain yang kinerjanya sudah baik.
Manajer/pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi harus menjalankan semua tahapan yang ada dalam manajemen Sumber Daya Manusia. Jika tahapan dalam MSDM dijlankan secara benar baik urutan maupun pelaksanaanya maka tujuan suatu organisasi akan cepat etrwujud. Didunia pendidikan kadang MSDM belum terlaksana secara baik sehingga menyebabkan tujuan organisasi/sekolah tidak segera tercapai.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Bahwa dalam kehidupan disekolah, kepala sekolah tidak selamannya harus menjalankan tugasnya memimpin guru dengan pedoman dia sebagai pemimpin sehingga pendekatan terhadap guru sering menggunakan metode kekuasaan. Hal ini akan berjalan baik tat kala kepala sekolah bisa selalu memantau, sebab tat kala tidak bisa memantau maka sebagian guru yang kinerjanya rendah akan bekerja seenaknya sendiri.
Pendekatan Personal yang dalam MSDM termasuk dalam pendekatan lunak dilakukan dengan mencari secara mendelam mengapa seorang guru tersebut kinerjanya rendah, sehungga seorang kepala sekolah dapat langsung mencari solusinya. Lebih jauh pendekatan lunak pada hakekatnya memperlakukan guru/karyawan sebagai “human” yang akan dilibatkan dalam membuat kebijakan-kebijakan sekolah. Dengan pendekatan lunak ini yang dibangun adalah komitmen yaitu komitmen kerja, jika komitmen kerja sudah terbentuk maka kinerja akan meningkat.
B. SARAN
1. Pimpinan/Kepala Sekolah jika mendapati guru yang kinerjanya rendah hendaknya jangan langsung di cap negative dan kemudian dimusuhi.
2. Lakukan pendekatan personal untuk mencari penyebab yang sebenarnya, untuk kemudian di cari solusinya.
3. Hendaknya guru/karyawan dibangun komitmen kerjanya secara maksimal dengan berbagai cara yang terjalur dalam MSDM.
4. Pimpinan/Kepala Sekolah hendaknya memahami betul tentang MSDM.

DAFTAR PUSTAKA

Budi Juwono, 1998, Manajeman Sumber Daya Manusia (hand Out), MM Unsoed Purwokerto.
Syafruddin Alwi, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, BPFE Yogyakarta.
______________, 2007, Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Managemen)
Umaedi, 1999, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Depdikbud Dirjend Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
______________,2008, Peran Strategis Manajeman Sumber Daya Manusia.
______________,2008, Manajeman Sumber Daya Manusia “ Penilaian Kinerja Karyawan”.

About these ads

11 April 2009 - Posted by | ungkapan hati |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: